The (almost) Lost Independence Day

Hari ke-17, bulan ke-8, tahun 2012. Selamat 67 tahun, Indonesia!

Biasanya sih, setiap 17 Agustus, ada suasana independence day. Mau apapun itu, buat saya, selalu kerasa kalau hari itu tuh hari ulang tahun Indonesia.
Tapi entah kenapa, tahun ini saya nggak ngerasa ada atmosfir itu. Entah saya yang kurang nasionalis atau gimana. Mungkin, karena 17 Agustus tahun ini deketan sama Idul Fitri, dan akhirnya yang lebih kerasa euphoria mudiknya.
Setiap saya nonton tv aja, beritanya tentang jalur mudik terus. Nggak tau ya kalau emang kebetulan, tapi dari kemarin saya belum nonton berita tentang 17-an. Paling baru tadi pagi yang tentang paskibraka.

Tahun ini, saya mudik ke Tawangmangu, Karanganyar, Solo. Kamis pagi berangkat, dan pagi ini baru sampai Yogya gara-gara kemarin malam sempat berhenti dan nginep di Purworejo. Kata Papa saya, capek kalau lanjut sampai Tawangmangu.
Tadinya, kami mau lewat Utara, tapi sama Pak Polisi ditutup dan akhirnya jadi lewat Selatan.
Tau apa? Sepanjang jalan, cuma sedikit rumah yang di depannya dipasang bendera. Bahkan, lebih banyak bendera dan umbul-umbul buat nunjukkin rest area atau imbauan tertib mengemudi atau cuma sekedar promosiin suatu produk. Sedih ya.

Saya emang nggak se-nasionalis siapapun yang merasa dirinya nasionalis, tapi miris aja gitu.
Saya nggak tau yang nggak pasang bendera itu males atau nggak punya bendera. Yang jelas, rumah-rumah gede masih banyak juga yang nggak pasang bendera.

Waktu tadi lewat suatu daerah (lupa namanya) ternyata masih ada murid-murid sekolah yang jalan kaki atau naik sepeda buat ke tempat upacara. Yaaa saya juga seneng sih sekolah saya libur dan nggak perlu ke sekolah buat upacara pas lagi puasa, tapi alhamdulillah ya masih ada sekolah yang keukeuh nyuruh murid-muridnya upacara. Saya juga jadi muridnya belum tentu mau panas-panasan jalan ke lapangan terus berdiri sejam, paling bakalan bolos. Hebat deh mereka ๐Ÿ˜€

Berhubung saya nulis post ini di mobil dan saya suka pusing kalau baca atau ngetik atau yang lainnya di perjalanan, jadi segitu aja deh yang saya tulis.
Post ini nggak bermaksud menyinggung siapapun ya, just a written thought (seperti tagline blog ini :D)

Semoga aja post ini bisa nambah ke-nasionalis-an siapapun yang baca.
Yaa termasuk saya yang ngetik, hehe ๐Ÿ˜€

Selamat 17-an, Indonesia!

Cooking Papa!

Bukan cooking mama.
Karena Mama masih harus ke kantor dan mbak udah pulang kampung, jadi Papa yang harus masak makanan buat buka puasa. Akhirnya tadi Papa belanja bahan-bahan abis itu masak.

Daaan, gini deh dapur jadinya

image

Agak berantakan ya? Hahaha :):):)

Setelah beberapa lama di dapur, ini hasilnya

image

Gue nggak tau nama masakannya, katanya sih liat resep. Tapi gue tau, ini ayam -_-
Tapi lumayanlaaah untuk ukuran papa-papa yang jarang masak ahahhaha. Semoga enak, ya ^^ ๐Ÿ˜€

P.S: foto-foto ini gue foto diem-diem pas Papa udah ninggalin dapur dan nganter les adek gue HEHEHEHE :B

A Birthday Greeting for an Old Friend of Mine

Nothing is special about 9th of July except your birthday, which I never forget, and today you turn 17.

I may not be the first, and this birthday greeting must neither be the sweetest nor the most special one.

Well,ย I wish a very happy birthday to you, Diandra Safira Hassan, my since-elementary close friend. May all good things come to you, have a full-of-joy year ahead, may God bless you and lead your way toward success ๐Ÿ˜€

Sorry I got nothing for your birthday but this very-simple-and-unpoetic-birthday-blog post hehehe.

Oh, and I do hope our friendship last forever (do you believe in “forever”?)

Come back to Indonesia soon, I’ve missed you Di! ๐Ÿ™‚

Grandmamories

Hey Grandma, how are you there? It has been sooo long, 11 years, isn’t it? You know what? I do really miss you.

Last week, ย I saw Letters to God with my friends. I cried at many parts of the movie (its story is about a boy who suffers brain cancer).ย Yes, it was really sad, but actually, most of my tears fell down because the movie reminded me of you. I remembered that day, when God sent a really heavy rain (or was it a thunderstorm?) as your breath was fading away. It was scary; the sky was dark grey, wind blew hard, thunders and storms were everywhere, the adults were panic and crying. Then, you’re gone.

You don’t know how much I miss you. I miss talking to you, discussing myย homework, being lulled as I fell asleep, joking around with you, and anything that involved us.

Do you remember when I had an art homework? My drawing was soooo bad at that time, so I begged you to draw for me. Then you finished it by yourself. You even colored it. Then I got 90 for it. It was beautiful, I should have kept it. Thank you very much ๐Ÿ™‚

I still remember, every morning, before my sister and I went to school, we always had porridge+soy sauce+’tahu’ for breakfast. Then on Sunday morning, we bought ‘surabi’ in front of Ramayana, and we went there by ‘becak’. Sometimes we went to ‘alun-alun’ and played there. Oh, we also went to Villa Istana Bunga in Lembang, we bought ‘ketan bakar’, met some cute rabbits, swam. We once went to Puncak and visited Masjid Maisy. I don’t know what its real name, but we call it that way because a singer, Maisy, made her video clip there, hahaha. The mosque was beautiful (I haven’t gone there for years), and we stayed there for a while to take a rest and we took photos. How fun my life was.

That was before the cancer took it all. Your right eye was taken out from your eye socket. Theย chemotherapy made you bald. You turned thin, very thin. I was mad. I was mad at that mean cancer. How dare it took all from you.

I remember, on my birthday, when the mean cancer hadn’t come yet, you took me to a mall to buy a present. You said, I can choose it. But I was confused in choosing between a small pink book and…something, I forget. Then you said that you prefer the book, so I chose that small pink book. Since then, you taught me how to write and to share stories on it. Almost everyday I wrote. I wrote every single thing that happened on that day; I talked to my Dad (who was studying abroad) by chatting on internet and he promised that he would take me to a park, I had finished learning Arabic letters, what I had for breakfast, everything. I also drew on it. Well, I think you’ve made my passion in writing. I prefer sharing my stories by writing than speaking. Writing is fun. When I write, every thoughts flow, turn into words and phrases and sentences and paragraphs. I can show my feelings, my thoughts, and share stories. I keep writing, until today I still write, and I write this post.

Grandma, I write this post for you. I wish you were here and read this post and so you know how much I love you.ย I do love you, even I have never told it to you. Trust me, I do really really really love you, and I mean it. No matter what, I do, and will always love you.

MUCH LOVE AND BIG HUG {}

When?

Will there come a time,
When laughters are the only rhymes
you hear all the time
And worrying is a crime?

When will the world be crowded of cheering voices,
When life is full of joys
When everything is deserved to be rejoiced
And being glad is the only choice?

Can we feel those moments,
When there is no violent
When falling into sorrow is forbidden
And hurting someone could send us to prison?

Will our dreams come true,
When no one becomes foe
When we need no clue
to find a safe place from blue?

Is that time worth to wait?
Should we just sit,
realise that it’s too late,
and quit?

“I Love You.”

Some mean it, but most don’t.

A couple of weeks ago, a friend of mine ended his relationship with a girl. Then, a few DAYS later, he fell in “love” with another girl, while his ex-girlfriend met a new guy.

Every time I open my twitter account, he tweets “I love you” and mention her girlfriend’s twitter account. But, when they are mad to each other, they forget allย “I love you”s they’ve said. Once, he tweeted “single is better”, and he tweeted a very bad thing about his girl.ย What confuse me is,

do they mean those thousands “I love you”s?

Well, how come they say they love each other but when they end their relationship, they just need a few DAYS to “love” another person?

What is love, anyway?

Bingung Adalah

Ketika lo pengen banget ngeblog tapi nggak tau mau nulis apa.

Pasrah adalah,
ketika lo tetep lanjutin ngetik tanpa arah dan tujuan.

Random adalah,
ketika lo mulai nulis hal apa aja yang mau lo tulis, walaupun semuanya nggak ada yang saling nyambung.

Sedih adalah,
ketika lo bawa makanan kesukaan seseorang dan berniat ngebagi dia, tapi orang itu ternyata udah kenyang.

Gemes adalah,
ketika lo liat anak kecil tembem dan bikin lo pengen cubit yang bakal bikin dia makin ngegemesin kalau dia nangis.

Geregetan adalah,
ketika novel yang lo tungguin dari tahun lalu baru terbit dan belum ada di tangan lo sampai sekarang.

Nggak jelas adalah,
ketika lo sedih atau seneng tanpa tau alasannya.

Kaget adalah,
ketika tiba-tiba di depan lo ada kue kesukaan lo (buat gue, tiramisu).

Mistis adalah,
ketika sesuatu tergeletak di meja saat lo nggak butuhin, tapi hilang entah kemana saat lo butuhin.

Sabar adalah,
ketika lo harus duduk berjam-jam nungguin hasil radiologi selesai.

Miris adalah,
ketika lo liat sepatu yang sama persis kayak yang lagi lo pakai, dipakai orang lain dan sepatunya masih dalam keadaan cling.

Sakit hati adalah,
ketika lo lagi di mall dalam keadaan dompet tipis, tiba-tiba liat sepatu/baju yang lo mau lagi diskon besar-besaran, tapi pas dicobain nggak ada ukuran yang pas.

Nyesel adalah,
ketika lo beli barang di tempat A seharga sekian, dan waktu lo ke tempat B ada barang yang sama kualitasnya dengan harga yang lebih murah.

Nggak kuasa adalah,
ketika lo harus tahan nggak loncat-loncat pas lo diajak ke Swiss.

Malu adalah,
ketika lo ke-gap lagi melakukan sesuatu yang aneh.

Susah adalah,
ketika lo mauuuu banget cerita ke orang lain tapi nggak tau harus mulai darimana dan gimana cara ceritainnya.

Nggak percaya adalah,
ketika lo dapet toycam, lomo, lensa tele + fish-eye baru, dan polaroid sekaligus.

Niat adalah,
ketika lo konsisten nabung setiap minggu 50000 buat beli sesuatu yang lo pengenin banget.

Mikir adalah,
ketika lo lagi ulangan matematika dan hampir 80% waktunya dipakai buat menghitung jawaban.

Marah adalah,
ketika lo kesel dengan apa aja yang orang lain lakuin.

Galau adalah,
ketika lo mikirin sesuatu berlebihan sampai bikin lo males ngapa-ngapain.

Awkward adalah,
ketika lo ketemu temen deket lo yang udah lama nggak ketemu dan rasanya udah nggak sedeket dulu sampai nggak tau mau ngobrolin apa sehingga terjadi keheningan.

Ironis adalah,
ketika lo mimpi buruk nggak bangun-bangun, tapi pas lo mimpi yang baguuuus banget bangunnya malah cepet banget.

Norak adalah,
ketika temen lo punya gadget baru dan rasanya pengen coba megang gadget itu.

Kehabisan ide adalah,
ketika lo nggak tau lagi apa yang mau ditulis.

Nggak penting adalah,
post ini.

Dan,
Bingung adalah,
ketika udah banyak kalimat tertulis di post ini padahal tadinya nggak kepikiran mau nulis apa.

New Year 2012

HAPPY NEW YEAR 2012! ๐Ÿ˜€

Akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012 bersama MHT02 di Puncak yang sangat super duper menyenangkan banget sekali! ๐Ÿ˜€ lots of fun, lots of joke, lots of laugh, lots of joy, lots of card (?), lots of……..fireworks!

December 30 2011.
Some of MHT02 (25, if I’m not mistaken) went to Puncak and celebrated the New Year Eve 2012 there. Gue, Laura, dan Riezka/Bubu berangkat pagi, dan yang lainnya berangkat sore. Malemnya, kita main kartu sampai lewat tengah malam ahhaha. Kita main UNO, bohong, tepok nyamuk, dll.

Besok paginya, 31 Desember 2011, beberapa dari kita (termasuk gue) terjun (?) ke sawah dan main-main di sana. Kita nyari dan nangkep ‘yuyu’, bahasa sundanya semacam kepiting kecil yang ada di sawah. Jalan di sawahnya cukup susah karena ada beberapa spot yang tanahnya lembek. Terus kita main lumpur, dan cuci kakinya di kolam ikan yang ada di deket sawah ahhaha. Mau nggak mau, semuanya yang tadinya cuma kakinya yang kotor jadi harus basah dari atas sampai bawah karena terjadi kerusuhan di kolam ikan ahhahaha ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ karena badan kita basah semua, jadi gak bisa masuk rumah. Lalu, ada yang mengusulkan (Laura atau Fadly?) untuk main donal bebek biar sekalian ngeringin badan ahhaha. Yang lainnya yang nggak ke sawah, main kartu di teras.

After cleaning the messes up, all of us played card together. Gue baru belajar cara main kartu ‘bohong’ di sini. It was quite fun! Tapi karena pemula, gue keseringan jujur ahahahha B)
Siang menjelang sore. Gue agak ngantuk, dan juga biar malemnya nggak ketiduran karena mau tahun baru-an, akhirnya gue tidur sampai sore.
Bangun-bangun, yang lain lagi pada main di luar. Akhirnya gue ikutan, main engklek (sepertinya spell-nya begini, ya kan?). Tapi nggak lama, karena semuanya pada bubar ha ha ha.
Habis sholat Isya, kita berencana buat ber-api-unggun-ria dan main games. Tapi yaaaa rada krik api unggunnya ๐Ÿ˜
Sambil nunggu jam 12, kita main kartu (lagi dan lagi), terus ada yang nyanyi-nyanyi sambil main gitar, dan beberapa ada yang nyiapin makanan.
Jam 10an, fireworks are everywhere! Gue yang baru pertama kali merayakan new year (biasanya cuma di rumah dan tidur, gue menganggap nothing’s special about new year eve), agak norak melihat kembang api yang besar dan bagus dan banyak. Gue ambil banyaaaak banget foto kembang api, tapi yang berhasil dan bagus bisa dihitung jari -_-
Beberapa orang, sedikit sih, tidur duluan tapi bangun pas mau deket-deket jam 12. Gue pun ngantuk, tapi karena jarang seneng-seneng bareng kayak gini, jadi gue tetep bangun ๐Ÿ˜€
Sedikit menit sebelum jam 12……. Kita udah meluncurkan beberapa kembang api dan siap-siap tiup terompet duaribuan dari Amel ahaha.
Daaaaan……..00.00! Sayangnya kita nggak countdown ๐Ÿ˜ฆ habis tiup-tiup terompet dan menghabiskan kembang api, kita melingkar dan doa bersama supaya 2012 bakal jadi tahun yang menyenangkan dan sesuai harapan kita, aamiin ๐Ÿ™‚

The first day of 2012, Sunday, January 1 2012, and our last day at Puncak ๐Ÿ˜ฆ
Sunday morning, at around 10:30 am, we went to Curug Cilember. Jalan kesana kecil dan agak naik-turun.
Sampai disana, kabutnya lagi turun dan akhirnya bikin air turun dari langit (entah itu kabutnya atau memang hujan). Tempatnya bagus, terawat dan ada taman kupu-kupunya (tapi kita nggak kesana). Pertama, kita lewat jembatan goyang. Well, sounds silly, but I think it was fun to walk through the bridge ๐Ÿ˜€
Gue gak tau ada berapa curug, tapi sepertinya sih ada 7. Kita jalan ke curug 5. Jalannya naiiiiiiiik terus, dan sedikit licin karena lagi sedikit ‘hujan’. Kita jalan beberapa kilometer. Whoa, it was pretty tiring, but worth it though. Sampai disana, ada air terjun yang kelihatan mengasyikkan untuk disinggahi dan untuk main-main di sana. You know what? Biasanya kalau ke air terjun gue cuma ceburin kaki, tapi tadi gue duduk dan ‘dipukulin’ sama air terjun, dan gue berhasil naik ke atasnya dan duduk di batu yang ada di atasnya! Huaaaa gue seneng banget! Walaupun airnya dingiiiiiin banget, tapi itu seru banget!
Pulangnya menurut gue lebih susah, yaaa walaupun lebih capek naiknya. Soalnya, jalannya jadi licin banget karena ‘hujan’nya tambah deras. Tapi dengan tolong-menolong kita pun berhasil sampai di bawah, terima kasih semuanya ๐Ÿ™‚
Lalu, kita balik ke villa, makan, mandi, packing, dan………pulang ๐Ÿ˜ฅ

Thanks to MHT02 for the amazing 3 days, for making such an unforgettable new year eve ever, for sharing togetherness and laughters, for teaching me to play ‘bohong’ :B
You guys made my last days of 2011 and first day of 2012 really great :’D
Gonna miss those moments ๐Ÿ˜ฅ
Once again, big thanks to you all! Love you much :’D โ™ฅ